Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Kisah Seorang Sahabat Menyedekahkan Kebunnya Karena Tertinggal Sholat Berjamaah

Kisah Seorang Sahabat Menyedekahkan Kebunnya Karena Tertinggal Sholat Berjamaah



BAWASLIU Lombok Tengah

Berita Baru, Kolom – Sholat adalah salah satu rukun islam yang ke-dua setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Dalam artia bahasa, Sholat mempunyai arti sebagai doa. Sementara menurut istilah, Sholat adalah pekerjaan yang di awalai dengan Takbiratul Ihram dan diakhiri dengan Salam.

Dalam menjalankan ibadah sholat, di sunnahkan untuk dilaksanakan secara berjamaah, karena dalam berjamaah nilai ibadah sholat yang akan meninggkat hingga 27 derajat, sementara sholat sendirian hanya mendapat 1 derajat pahala.

Rasulullah SAW bersabda;

صلاة الجماعة أفضل من صلاة الفذ بسبع وعشرين درجة

Artinya: “Sholat berjamaah lebih utama 27 derajat dibanding sholat sendirian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sholat dengan secara berjamaah adalah sesuatu yang sangat penting. Orang yang ingin masuk dalam Hadirat Ilahi harus senantiasa menjaga sholatnya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : أَتَى النبيَّ – صلى الله عليه وسلم – رَجُلٌ أعْمَى ، فقَالَ : يا رَسُولَ اللهِ ، لَيسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إلى الْمَسْجِدِ ، فَسَأَلَ رَسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – أنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّي فِي بَيْتِهِ ، فَرَخَّصَ لَهُ ، فَلَّمَا وَلَّى دَعَاهُ ، فَقَالَ لَهُ : (( هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلاَةِ ؟ )) قَالَ : نَعَمْ . قَالَ : (( فَأجِبْ ))

Dalam sebuah hadits diriwayatkan; seorang laki-laki buta datang kepada Rasul SAW. Ia meminta keringanan untuk bisa sholat sendiri di rumah, karena tidak ada yang menuntunnya ke masjid. Dirinya pun ditanya oleh Rasul SAW: Apakah kamu mendengar Adzan?. “Ya”, jawab orang itu. “Berarti kamu tetap wajib ikut jamaah”.

Ulama terdahulu menganggap bahwa ketinggalan sholat jamaah berarti sebuah musibah. Dalam Kitab Minahus Saniah karangan Sayyid Abdul al-Wahab as-Sya’roni, diceritakan bahwa salah seorang shabat pergi menjenguk kebunnya yang jauh. Ia baru pulang sore hari dan ternyata jamaah sholat Ashar telah selesai. Ia sangat menyesal dan menangis. Kontan ia sedekahkan kebunnya sebagai ganti dari ketinggalannya dalam sholat berjamaah.

Begitu juga dengan cerita yang pernah terjadi kepada putra Umar r.a. Diceritakan bahwa, Abdullah ibn Umar r.a pernah tertinggal jamaah Isya. Maka, ia lakukan sholat sampai pagi, sebagai ganti dari ketertinggalannya dalam jamaah Isya.

Ubaidillah ibn Amer Al-Qowariry juga pernah berkata, “Saya tidak pernah lepas sholat berjamaah. Suatu ketika, datang tamu, sehingga aku lupa pergi jamaah Isya di masjid. Aku keluar keliling kota untuk mencari masjid, ternyata semuanya telah tutup. Maka, aku pulang dan melakukan sholat Isya sendiri sampai 27 kali sebagai ganti atas ketertinggalanku.

Setelah itu, dalam tidur aku bermimpi menunggang kuda bersama orang banyak. Namun, aku selalu tertinggal; tidak bisa menyusul mereka. Salah satu diantaranya menoleh, ‘Kamu tidak akan mampu menyusul kami’. ‘Mengapa demikian’, tanyaku. ‘Sebab, kami melakukan sholat Isya berjamaah, sedang engkau tidak’.

Mengapa kita sampai ketinggalan bahkan malas sholat berjamaah?

Ulama salaf melakukan takziyah dan menampakkan kesusahan seakan ditinggal mati keluarganya, bila salah satu dari mereka tertinggal jamaah sholat. Tidak hanya seluruh rakaat sholat. Ketinggalan satu rakaat saja, mereka sudah bertakziyah sampai tujuh hari. Dan melakukan takziyah tiga hari, bila ketinggalan takbirotul ihram bersama imam.

Dalam Kitab Minahus Saniah tersebut diatas, para ulama juga menyatakan, seseorang tidak akan tertinggal sholat berjamaah kecuali disebabkan dosa-dosa yang telah ia lakukan. “Seseorang tidak akan tertinggal jamaah sholat, kecuali karena pengaruh dosa-dosa yang dilakukan”. [*]