Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Dibonceng Motor, Ummi Nurul Kunjungi Sekolah Terdampak Proyek Bendungan Meninting
Dibonceng Motor, Ummi Nurul Adha mengunjungi SDN 03 Bukit Tinggi yang terdampak pembangunan proyek Bendungan Meninting | Yns

Dibonceng Motor, Ummi Nurul Kunjungi Sekolah Terdampak Proyek Bendungan Meninting



Berita Baru, Lombok Barat – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Barat Hj. Nurul Adha turun langsung melihat kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) O3 Bukit Tinggi yang terkena dampak relokasi akibat proyek pembangunan Bendungan Meninting, Selasa (02/11/2021).

“Hari ini mengunjungi sekolah yang terdampak relokasi akibat pembangunan Bendungan Meninting,” katanya.

Ummi Nurul juga menjelaskan, Sekolah Dasar Negeri yang berada di Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat ini, terpaksa harus melakukan aktivitas belajar-mengajar di bangunan sementara, mereka belajar di kelas-kelas darurat yang dibuat seadanya.

“Anak-anak sekolah di rumah warga yang luar biasa ikhlas memberikan halamannya untuk dibuat kelas darurat. Mereka telah melaluinya selama 3 tahun tanpa kepastian,” jelasnya.

Politisi Perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Barat untuk segera turun lapangan melihat kondisi SDN 03 Bukit Tinggi. Ummi berharap, Pemerintah daerah menjadikan Pendidikan sebagai salah satu prioritas di Kabupaten Lombok Barat.

Dibonceng Motor, Ummi Nurul Kunjungi Sekolah Terdampak Proyek Bendungan Meninting

“Satu harapan meraka, ingin sekolah di ruang kelas yang lebih layak,” ungkap Ummi Nurul Adha.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 03 Bukit Tinggi, Saryu, mengaku telah melakukan komunikasi ke Dinas Pendidikan Lombok Barat untuk mendapatkan solisi dari masalah yang dialami oleh sekolahnya saat ini, namun hanya mendapatkan janji-janji.

“Kami sudah sering bolak balik Gerung, ngurus terkait masalah sekolah ini, tapi semua berujung hanya sebatas janji-janji dari Kepala Dinas. Kami juga sempat diminta untuk mencari lahan kosong, tapi setelah dapat lahan, dari pemerintah tidak ada yang menggubrisnya,” tandas Kepala Sekolah. (Red/Yns)