Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Nonton Formula E di Jakarta International Circuit, AHY Disambut Akrab Anies Baswedan
Agus Harimurti Yudhoyono bersama Anis Baswedan | Berita Baru | ©agusyudhoyono

Nonton Formula E di Jakarta International Circuit, AHY Disambut Akrab Anies Baswedan

DPRD Lombok Tengah NTB

Berita Baru, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disambut Gubernur DKI Anies Baswedan saat menonton Formula E di Jakarta International E-Prix Circuit, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (4/6/2022) pagi. Keduanya tampak berbincang-bincang akrab.

Momen keakraban bersama Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan saat menonton Formula E itu juga dibagikan oleh AHY di akun Instagram pribadinya @agusyudhoyono.

“Kebanggaan bagi kita Indonesia, khususnya kota Jakarta menjadi tuan rumah Formula E. Indonesia menjadi negara yang pertama di Asia Tenggara. Semoga sukses, Mas @aniesbaswedan @ahmadsahroni88 dan semua pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan Race ini,” tulis AHY.

AHY selama ini dikenal menaruh perhatian khusus terhadap energi baru dan terbarukan (EBT) termasuk mobil listrik. AHY mengapresiasi lomba Formula E sebagai salah satu bentuk pencapaian untuk transisi energi bersih yang lebih cepat.

Anies-AHY belakangan gencar disebut-sebut sebagai pasangan kuda hitam di antara pasangan-pasangan bakal capres-cawapres lainnya.

Dalam survei nasional yang dilakukan pada periode 23-28 Mei 2022 oleh Indonesia Political Opinion, pasangan Anies-AHY memperoleh elektabilitas 27,1 persen, lebih tinggi dari pasangan Puan Maharani-Ganjar Pranowo (26,8 persen), Airlangga Hartarto-Ganjar Pranowo (18,5 persen), atau Puan Maharani-Erick Thohir (14,6 persen). Tingkat kepercayaan survei ini adalah 95 persen, dengan margin of error 2,9 persen.

Anies-AHY berdua dianggap paling pas mewakili kekuatan nasionalis-religius yang selama ini mewarnai panggung politik Indonesia, sekaligus mengakhiri politik polarisasi yang nyaris membelah Indonesia.

Selain itu, dengan usia 40-50-an tahun, keduanya dianggap lebih tepat mewakili anak-anak muda Indonesia yang jumlahnya kian mendominasi masyarakat Indonesia. Diperkirakan pada pemilu 2024, jumlah pemilih muda mencapai sekitar 65% dari Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Keduanya juga memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk memimpin arus perubahan serta perbaikan di Indonesia, dan juga kembali membawa Indonesia menjadi warga dunia yang aktif terlibat ikut menyelesaikan berbagai persoalan global. [*]