Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Doktor Zul Sambut Baik Pengembangan Kawasan Budidaya Udang dan Lobster di NTB

Doktor Zul Sambut Baik Pengembangan Kawasan Budidaya Udang dan Lobster di NTB



Berita Baru, NTB – Gubernur NTB Dr. H. Zulikieflimansyah, menyambut baik rencana Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menggandeng Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Sumbawa untuk pengembangan kawasan budidaya Udang Vaname dan Lobster terintegrasi (Shrimp Estate) di wilayah tersebut.

“Kesempatan ini jangan sampai terlewatkan dan disia-siakan,” kata Doktor Zul, saat rapat koordinasi tindaklanjut program pembangunan Shrimp Estate di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Lombok Timur, yang dihadiri oleh Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Dr. TB Haeru Rahayu, Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmi dan Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud H. Abdullah, Jum’at, (27/08/2021)

Gubernur menegaskan agar semua persyaratan untuk segera disiapkan. Sementara untuk persediaan lahan sesuai kebutuhan program tersebut, sebayak 1.000 Ha sudah ada di Kabupaten Sumbawa dan Lombok Timur.

“Pada prinsipnya, lahannya sudah clear and clean, selanjutnya secara administrasi saja yang akan dilengkapi,” tegas alumni UI ini.

Selain itu, Gubernur juga berharap pada saat pelaksanaan event MotoGP Maret 2022 nanti, Presiden Jokowi bisa langsung meninjau pelaksanaan pekerjaan pembangunan tersebut.

“Yang lebih utama membuka lapangan pekerjaan dan mensejahterakan pemilik lahan atau tambak udang dan lobster, serta masyarakat,” jelas Doktor Zul.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya KKP, Dr. TB Haeru Rahayu, mengapresiasi kesiapan Pemerintah Privinsi NTB, Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa, dalam keseriusannya menyiapkan lahan menyambut program ini.

Dikatakannya, di Indonesia yang pertama kali penerapan program Kawasan Budidaya Udang Terintegrasi adalah Kebumen. “Harus jadi inspirasi bagi NTB, dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah kedepan kita bisa menurunkan tingkat kemiskinan masyarakat pesisir,” katanya.

Untuk Kawasan di Sumbawa akan dibudidayakan udang Vaname, dengan hasil produktivitas dan kualitas yang tinggi. Sedangkan Lombok Timur, dikembangkan lobster dan kampung nelayan yang telah ada tetap dipertahankan.

Menurutya, Shrimp Estate merupakan skema budidaya udang berskala besar di mana proses hulu hingga hilir berada dalam satu kawasan. Program ini juga merupakan terobosan Kementerian KKP dalam pengembangan perikanan budidaya tujuannya meningkatkan ekspor, menambah devisa untuk daerah maupun negara dan kesejahteraan masyarakaat.

“Proses produksi didukung teknologi dan terintegrasi dengan pendekatan konsep hulu-hilir seperti pabrik pakan dan sebagianya, korporasi perikanan budidaya berbasis kawasan,” jelasnya.

Dijelaskan pula, bahwa kawasan tersebut akan tetap menjadi hak masyarakat pemilik tambak atau lahan, hanya pengelolaanya saja oleh pemerintah dengan skema pembagian hasil berdasarkan luas kepemilikan. Bahkan pemilik lahan dapat menjadi tenaga kerja.